How bout u
Empat tahun terakhir ini aku selalu berpikir karena rasa.
Bahwasannya setiap keluarga katanya akan memiliki masalah.
Dari situ aku selalu berpendapat menurut pikiran benarku hingga sekarang. Jika begitu, kenapa teman temanku memilih untuk berkeluarga?
Seperti menantang diri yang menurutku sampai saat ini tak perlu.
Memang, katanya bisa jadi teman masa tua? Sering juga aku dengan sifatku merasa kesepian.
Tapi melihat kapasitas saat ini rasanya belum mampu menerima konsekwensinya.
Karena terkadang keluarga sering menjadi biang kerok semua permasalahan. Tak jarang yg stres sampaj nyawa melayang. Sayang bukan?


Comments
Post a Comment