Tentang Hari Bumi

Sejauh pandangan sempitku, Hari Bumi selalu identik dengan penanaman pohon dan pemadaman listrik. 

Saat aku menginjak bangku kuliah, pandangan ini berkembang menjadi pengabdian masyarakat, susur pantai dan pendakian gunung dalam peringatannya. Sayangnya, aku tidak turut dalam ketiga hal ini saat kuliah gegara tidak di-invite di satu group mana pun saat itu. Padahal aku sudah cukup aktif bertanya kepada teman terkait event ini. Niat baik untuk bisa terjun langsung mengabdi kepada masyarakat terpaksa  kulewatkan. Hikmahnya, akan sangat susah juga untuk mengurus perizinan asrama, rasaku. 

Tiga tahun kuliah di fakultas kebumian setelah tahun pertama TPB, rasanya sangat asing sekali hari bumi kembali dibahas kecuali jadwal konser "adik tingkat" dengan dilihat siapa yang akan mengisi. Itu pun sadar dan tidak kalau memperingati Earth Day atau Hari Bumi. 

Semakin ke sini, rasanya semakin miris saja melihat kenyataan kenyataan yang terjadi di depan mata sempit dan otak sempitku. Melihat orang dengan berbaik hati menyelamatkan bumi. Namun di lain tempat, tak sedikit pula yang secara sengaja melegalkan perbuatannya untuk serakah mengeruk sumber daya yang ada. 

Peraturan memang banyak mengatur terkait penggunaan lahan dan pemanfaatan energi. Akan tetapi, semakin banyak memfasilitasi pertemuan - pembahasan peraturan ini, rasanya semakin rumit saja orang membahasnya. 

Eh sayang, nampaknya aku tidak seberani itu menceritakan semuanya. hahaha

 




Comments

Popular Posts